1. hari ini

    hari ini, aku lelah.

    aku muak dengan rutinitas, mual dengan orang-orang yang entah kenapa memilih hari ini untuk sepakat membuatku jengkel.

    aku menjalani hari dan menjumpai dunia dengan wujud ini (dan mengutuk orang-orang yang ada di sekitarku, aku ini).

    kemudian hujan. menggerutu karena basah, dan mengernyit karena petir.

    payah.

    aku berjalan lunglai kembali ke kost. bilang pada Mbak Sari, mbak di kost-an ku, bahwa aku ingin bubur kacang hijau, sebelum akhirnya menuju kamarku.

    kunyalakan lampu kamarku. oh aku harus mengerjakan tugas Penelitian Psikologi Sosial untuk besok.

    dan aku belum mencuci piring. biarlah, biar tumbuh makhluk hidup baru dari tumpukan piring kotorku!

    aku termangu, manyun, di depan layar laptopku, ketika

    muncul sebuah pesan di layar ponselku

    berkata (atau berteriak, karena pesannya dalam huruf kapital):

    MBAK DINA ADA TUKANG BUBUR KACANG IJO!!

    aku tergopoh lari ke bawah.

    bang! bubur kacang satu mangkuk! campur!

    empatribu rupiah saja. dan bubur kacang hijau hangat mengepul tersaji.

    dan aku merasa bodoh.

    tolol, buat apa kamu menekuk muka sedemikian rupa? buat apa kamu rutuki dunia?

    ketika kamu tahu bahwa bahagia itu sederhana.

    sesederhana pesan singkat dari mbak kost.

    atau sesederhana bubur kacang hijau hangat seharga empatribu rupiah.